Counter HP yang berada di lantai 2 Plaza Millenium di pojok dekat pintu parkiran itu baru buka, hari itu adalah hari pertamanya berjualan, aku lupa nama counternya, tapi aku mengenal salah satu dari yang duduk di disitu yang mengaku sebagai pemilik counter gotongroyong itu, aku mengenalnya di Subulussalam sebagai teknisi HP di salah satu counter terbesar di kota itu.
Mereka seperti bersemangat sekali berjualan, mungkin semangat baru karena counter baru, mereka ada ber 6, 3 orang perempuan, 1 berjilbab dan yang 2 lagi berpakain seksi dan berkacamata, 3 lelaki, yang satu berpakaian gamis dan mengenakan lobe, dengan janggut nya yang panjang tanpa kumis.
Seorang teman yang ku kenal tadi bercerita panjang lebar tentang usaha mereka yang baru, dan memperkenalkan satu persatu teman-temannya, salah satu yang berjenggot itu......
Aku melihat tangan sebelah kanannya penuh dengan tato, sangat singkron dengan pakaiannya, teman itu tersenyum dan berkata "Dulu dia seorang preman, kepala manusia tidak ada harganya, hidupnya lebih lama di penjara daripada di luar, seluruh tubuhnya penuh tato, dan sekarang dia menyesal... bagaimana cara menghilangkan tato yang ada di sekujur tubuh nya itu, dan sekarang dia menjadi seorang yang taat dan baik, dunia hitamnya telah di tinggalkan dan tak pernah di sebutnya lagi dilidahnya, tak pernah dikenangnya, di tanya orang pun.... dia tak mau ceritakan lagi..." Subhanallah....... begitu beruntungnya dia, kataku dalam hati.
Tak berapa lama orang bertato itu menghampiri ku dengan senyum, mereka seperti bergantian melayani obrolan dengan pelanggan, jangan sampai pelanggan di tinggal sendirian seperti orang sangak, dan setiap pelayan yang ngobrol dengan pelanggan, masing-masing ceritanya berbeda-beda tema, kalo tadi aku bercerita tentang subulussalam..... dan dengan yang bertato ini bercerita tentang manis nya iman... lho.. apa hubungnanya dengan barang dagangan yang di jajakan padaku ?? malah cerita tentang iman.. bukan cerita tentang HP yang dia jual.
Toko ini memang unik, lelaki bertato itu berada ditengah wanita-wanita berpakain seksi.... dan setiap mereka punya obrolan sendiri-sendiri dengan costumer, dan sepertinya dia bukan hanya berjualan HP, tapi berjualan sesuatu yang tak pernah rugi.... yaitu dia sedang jaualan "da'wah", dan Allah yang menjadi toke nya, setiap orang yang mendengar dan membeli dagangannya itu, Allah telah membayarnya dengan tunai berupa pahala disisinya... dan mungkin dia sangat meyakini itu, berjualan HP hanya sebagai sunnatullah dan sampingan saja agar dia bisa menjual misi da'wahnya.
"Abang dari mana?" tanyaya
"Saya dari Singkil" jawabku
"Ooo, saya pernah ke singkil, selama 4 bulan disana" tambahnya
"Tapi tak menetap, dari masjid ke masjid, di Subulussalam juga pernah, tapi yang agak lama di perkebunan Nafasindo"
Lalu dia melanjutkan ceritanya, kali ini dia lebih banyak bercerita tentang Allah... tak lagi bercerita tentang HP yang akan ku beli darinya.
Iman itu seperti akar, jika sering di siram maka akan tumbuh batang, daun dan cabang-cabangnya, tapi kita jarang terlalu peduli tentang iman, maka perbaharuilah iman selalu, bagiamana cara memperbaharu iman? memperbahari iman adalah dengan kalimat Lailaha Illallah.... bukan hanya disebut di lidah, tapi diceritakan kepada orang, setiap duduk dalam sebuah majlis, sempatkan lah bercerita tentang "kehebatan" Allah. Mengapa Allah tak terasa hebat dan besar lagi bagi kita, karena kita jarang membicarakannya, sesuatu yang sering di bicarakan, meski pun kecil maka dia akan menjadi besar, tapi sesuatu yang besar, jika jarang diceritkan maka dia akan menjadi kecil bahkan bisa hilang.
Kemenangan Jokowi pada Pemiliahan Gubernur di DKI, padahal JOkowi itu biasa-biasa saja, tapi media telah memebesar-besarkannya, sering disebut-sebut media, maka dia menjadi besar, karena besarnya.. dia menjadi menang.
Hidup ini hanya sebentar, sehabis itu kita akan berpindah ke alam lain, dan setiap perpindahan alam itu, kita tidak pernah menyadarinya, alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat, saat ini kita berada di alam dunia, dan akan memasuki alam kubur, sebelum kita memasuki alam kubur, kita sudah dikabarkan tentang alam kubur, di beri gambaran tetang alam kubur, tapi kita anggap itu cuma dongeng, dan di saat kita di alam kubur, kita akan diberi gambaran tentang alam akhirat.
Selama menunggu alam akhirat, bagi orang yang baik, sudah dihembuskan dan di nampakkan tentang indahnya alam akhirat ketika dia dalam kubur. Dan bagi yang amalannya buruk, sudah ditakut-takuti tentang pedihnya kehidupan akhirat yang akan dia tempuh, dan itu terjadi di alam kubur hingga kiamat datang, sampai waktu kita dibangkitkan, kita begitu lelah di takut-takuti di alam kubur, dan kita begitu bahagia dan tak sabar dialam kubur agar segera masuk ke alam akhirat jika kita memiliki amal yang baik.
Setalah tibanya hari kiamat, kita semua dibangkitkan, berkumpul di padang mahsyar, pada waktu itu ada orang yang masuk surga tanpa hisab, dan juga ada masuk neraka tanpa hisab, dan ada orang yang di hisab.
pada hari itu sudah ada penyeleksian, yang tersisa hanya orang-orang yang akan di hisab, dan kita tidak tahu diantara 3 golongan ini, kita berada di posisi mana, (1) masuk surga tanpa Hisab (2) masuk neraka tanpa hisab (3) orang yang di hisab.
Sedangkan orang yang dihisab akan masuk para penyeleksian selanjutnya, mereka akan dibawa ke titian shiratal mustaqim, diantara mereka ada yang melewatinya secepat kilat, ada juga yang terbang, ada yang berlari, berjalan...ada yang merangkak, ada pula yang masih beberapa langkah sudah terjatuh dari titian itu, semua tergantung amal perbuatannya di alam dunia.
Dan kira-kira anda masuk tahap seleksi ini atau tidak? anda golongan yang mana? secepat kilat, terbang, berlari, berjalan atau merangkak? atau bahkan belum masih beberapa langkah lalu terjatuh... atau malah tidak ikut sama sekali dalam tahapan ini????
hufft..... aku menelan ludah dan menarik nafas panjang...... aku tak bisa jawab, dan tak berani menjawab......
Terbayang dibenakku waktu menunggu antrian di Kedutaan Saudi Arabia di Mesir, sewaktu antri untuk mendapatkan visa haji, kami tidur di halaman itu selama 3 hari 3 malam, dan tak bisa meninggalkan antrian, makan pun mesti bergantian, di tangan penuh berkas-berkas, itupun masih harap-harap cemas, apakah berkasku sudah lengkap atau tidak, bayangkan saja.... sudah mengantri 3 hari, sampai di loket ternyataka berkasnya kurang, dan harus mengulangi antri dari belakang?? capeekk deeh.. itu baru antri 3 hari dengan hanya beberapa ratus orang, sedangkan di padang mahsyar nanti yang antri dengan berkas-berkas ditangannya adalah......hmm... berapa orang ya... bayangkan saja, sejak zaman kakek adam hingga sampai saat ini, berapa sudah nyawa manusia yang hidup didunia?????
Atau bagi anda yang pernah mendaftar di PNS, bagaimana rasanya antrian untuk memberikan berkas pada panitia, sibuk tidak karuan, setelah menyerahkan berkas...eee..e.e. ternyata Legalisir ijazahnya kurang 1 lembar, dan anda harus kembali mencari stempel dan tanda tangan lagi, bisa anda bayangkan bagaimana sibuknya???
Pada cerita itu, entah kenapa air mata ini berlinang, rasa takut, cemas itu muncul, membayangkan sibuknya hari itu, tidak lagi terfikir..."mana anakku.... mana istriku... mana ibu/ayahku... dibarisan manakah mereka?? apakah mereka sudah di depan masuk surga terlebih dahulu.. atau jangan-jangan mereka masuk neraka tanpa hisab..na'uzubillah.... semuanya nafsi-nafsi.. tak ada yang membantu, urus diri masing-masing, bagaimana jika ternyata salah satu keluarga kita ada di neraka, dan kita sudah berada di surga?? atau sebaliknya, mereka sudah di surga dan kita dihajar habis-habisan di neraka?
Lalu dia meneruskan ceritanya.....
Kita harus selalu belajar tentang agama ini, kita tidak boleh merasa sudah faham dan sudah pintar tentang agama ini, seperti sabda Rasulullah, "siapa yang merasa pintar tentang agama, maka dialah sebenarnya orang yang bodoh"
Dunia ini memiliki ruh, ruhnya adalah agama, dan agama ini memiliki ruh, ruhnya adalah da'wah.
Pada akhir pertemuan itu, timbul pertanyaan dalam hati.
"Dibarisan mana kamu berdiri di padang mahsyar?
"Pada golongan mana kamu dikumpulkan?"
"Kamu yakin, nanti kamu baik-baik saja di sana?"
"kamu yakin, kamu sempat di hisab?"
Kamu pasti bisa menjawabnya... jawab sajalah dalam hati....
Preman itu seperti menangis.... dan semakin lama semakin lunak dan lembut tutur katanya, meski di sekeliling lengannya banyak tato, tapi dia benar-benar beruntung......meski telah membunuh 3 orang, dan ternyata saya tak seberuntung dia....
Mereka seperti bersemangat sekali berjualan, mungkin semangat baru karena counter baru, mereka ada ber 6, 3 orang perempuan, 1 berjilbab dan yang 2 lagi berpakain seksi dan berkacamata, 3 lelaki, yang satu berpakaian gamis dan mengenakan lobe, dengan janggut nya yang panjang tanpa kumis.
Seorang teman yang ku kenal tadi bercerita panjang lebar tentang usaha mereka yang baru, dan memperkenalkan satu persatu teman-temannya, salah satu yang berjenggot itu......
Aku melihat tangan sebelah kanannya penuh dengan tato, sangat singkron dengan pakaiannya, teman itu tersenyum dan berkata "Dulu dia seorang preman, kepala manusia tidak ada harganya, hidupnya lebih lama di penjara daripada di luar, seluruh tubuhnya penuh tato, dan sekarang dia menyesal... bagaimana cara menghilangkan tato yang ada di sekujur tubuh nya itu, dan sekarang dia menjadi seorang yang taat dan baik, dunia hitamnya telah di tinggalkan dan tak pernah di sebutnya lagi dilidahnya, tak pernah dikenangnya, di tanya orang pun.... dia tak mau ceritakan lagi..." Subhanallah....... begitu beruntungnya dia, kataku dalam hati.
Tak berapa lama orang bertato itu menghampiri ku dengan senyum, mereka seperti bergantian melayani obrolan dengan pelanggan, jangan sampai pelanggan di tinggal sendirian seperti orang sangak, dan setiap pelayan yang ngobrol dengan pelanggan, masing-masing ceritanya berbeda-beda tema, kalo tadi aku bercerita tentang subulussalam..... dan dengan yang bertato ini bercerita tentang manis nya iman... lho.. apa hubungnanya dengan barang dagangan yang di jajakan padaku ?? malah cerita tentang iman.. bukan cerita tentang HP yang dia jual.
Toko ini memang unik, lelaki bertato itu berada ditengah wanita-wanita berpakain seksi.... dan setiap mereka punya obrolan sendiri-sendiri dengan costumer, dan sepertinya dia bukan hanya berjualan HP, tapi berjualan sesuatu yang tak pernah rugi.... yaitu dia sedang jaualan "da'wah", dan Allah yang menjadi toke nya, setiap orang yang mendengar dan membeli dagangannya itu, Allah telah membayarnya dengan tunai berupa pahala disisinya... dan mungkin dia sangat meyakini itu, berjualan HP hanya sebagai sunnatullah dan sampingan saja agar dia bisa menjual misi da'wahnya.
"Abang dari mana?" tanyaya
"Saya dari Singkil" jawabku
"Ooo, saya pernah ke singkil, selama 4 bulan disana" tambahnya
"Tapi tak menetap, dari masjid ke masjid, di Subulussalam juga pernah, tapi yang agak lama di perkebunan Nafasindo"
Lalu dia melanjutkan ceritanya, kali ini dia lebih banyak bercerita tentang Allah... tak lagi bercerita tentang HP yang akan ku beli darinya.
Iman itu seperti akar, jika sering di siram maka akan tumbuh batang, daun dan cabang-cabangnya, tapi kita jarang terlalu peduli tentang iman, maka perbaharuilah iman selalu, bagiamana cara memperbaharu iman? memperbahari iman adalah dengan kalimat Lailaha Illallah.... bukan hanya disebut di lidah, tapi diceritakan kepada orang, setiap duduk dalam sebuah majlis, sempatkan lah bercerita tentang "kehebatan" Allah. Mengapa Allah tak terasa hebat dan besar lagi bagi kita, karena kita jarang membicarakannya, sesuatu yang sering di bicarakan, meski pun kecil maka dia akan menjadi besar, tapi sesuatu yang besar, jika jarang diceritkan maka dia akan menjadi kecil bahkan bisa hilang.
Kemenangan Jokowi pada Pemiliahan Gubernur di DKI, padahal JOkowi itu biasa-biasa saja, tapi media telah memebesar-besarkannya, sering disebut-sebut media, maka dia menjadi besar, karena besarnya.. dia menjadi menang.
Hidup ini hanya sebentar, sehabis itu kita akan berpindah ke alam lain, dan setiap perpindahan alam itu, kita tidak pernah menyadarinya, alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat, saat ini kita berada di alam dunia, dan akan memasuki alam kubur, sebelum kita memasuki alam kubur, kita sudah dikabarkan tentang alam kubur, di beri gambaran tetang alam kubur, tapi kita anggap itu cuma dongeng, dan di saat kita di alam kubur, kita akan diberi gambaran tentang alam akhirat.
Selama menunggu alam akhirat, bagi orang yang baik, sudah dihembuskan dan di nampakkan tentang indahnya alam akhirat ketika dia dalam kubur. Dan bagi yang amalannya buruk, sudah ditakut-takuti tentang pedihnya kehidupan akhirat yang akan dia tempuh, dan itu terjadi di alam kubur hingga kiamat datang, sampai waktu kita dibangkitkan, kita begitu lelah di takut-takuti di alam kubur, dan kita begitu bahagia dan tak sabar dialam kubur agar segera masuk ke alam akhirat jika kita memiliki amal yang baik.
Setalah tibanya hari kiamat, kita semua dibangkitkan, berkumpul di padang mahsyar, pada waktu itu ada orang yang masuk surga tanpa hisab, dan juga ada masuk neraka tanpa hisab, dan ada orang yang di hisab.
pada hari itu sudah ada penyeleksian, yang tersisa hanya orang-orang yang akan di hisab, dan kita tidak tahu diantara 3 golongan ini, kita berada di posisi mana, (1) masuk surga tanpa Hisab (2) masuk neraka tanpa hisab (3) orang yang di hisab.
Sedangkan orang yang dihisab akan masuk para penyeleksian selanjutnya, mereka akan dibawa ke titian shiratal mustaqim, diantara mereka ada yang melewatinya secepat kilat, ada juga yang terbang, ada yang berlari, berjalan...ada yang merangkak, ada pula yang masih beberapa langkah sudah terjatuh dari titian itu, semua tergantung amal perbuatannya di alam dunia.
Dan kira-kira anda masuk tahap seleksi ini atau tidak? anda golongan yang mana? secepat kilat, terbang, berlari, berjalan atau merangkak? atau bahkan belum masih beberapa langkah lalu terjatuh... atau malah tidak ikut sama sekali dalam tahapan ini????
hufft..... aku menelan ludah dan menarik nafas panjang...... aku tak bisa jawab, dan tak berani menjawab......
Terbayang dibenakku waktu menunggu antrian di Kedutaan Saudi Arabia di Mesir, sewaktu antri untuk mendapatkan visa haji, kami tidur di halaman itu selama 3 hari 3 malam, dan tak bisa meninggalkan antrian, makan pun mesti bergantian, di tangan penuh berkas-berkas, itupun masih harap-harap cemas, apakah berkasku sudah lengkap atau tidak, bayangkan saja.... sudah mengantri 3 hari, sampai di loket ternyataka berkasnya kurang, dan harus mengulangi antri dari belakang?? capeekk deeh.. itu baru antri 3 hari dengan hanya beberapa ratus orang, sedangkan di padang mahsyar nanti yang antri dengan berkas-berkas ditangannya adalah......hmm... berapa orang ya... bayangkan saja, sejak zaman kakek adam hingga sampai saat ini, berapa sudah nyawa manusia yang hidup didunia?????
Atau bagi anda yang pernah mendaftar di PNS, bagaimana rasanya antrian untuk memberikan berkas pada panitia, sibuk tidak karuan, setelah menyerahkan berkas...eee..e.e. ternyata Legalisir ijazahnya kurang 1 lembar, dan anda harus kembali mencari stempel dan tanda tangan lagi, bisa anda bayangkan bagaimana sibuknya???
Pada cerita itu, entah kenapa air mata ini berlinang, rasa takut, cemas itu muncul, membayangkan sibuknya hari itu, tidak lagi terfikir..."mana anakku.... mana istriku... mana ibu/ayahku... dibarisan manakah mereka?? apakah mereka sudah di depan masuk surga terlebih dahulu.. atau jangan-jangan mereka masuk neraka tanpa hisab..na'uzubillah.... semuanya nafsi-nafsi.. tak ada yang membantu, urus diri masing-masing, bagaimana jika ternyata salah satu keluarga kita ada di neraka, dan kita sudah berada di surga?? atau sebaliknya, mereka sudah di surga dan kita dihajar habis-habisan di neraka?
Lalu dia meneruskan ceritanya.....
Kita harus selalu belajar tentang agama ini, kita tidak boleh merasa sudah faham dan sudah pintar tentang agama ini, seperti sabda Rasulullah, "siapa yang merasa pintar tentang agama, maka dialah sebenarnya orang yang bodoh"
Dunia ini memiliki ruh, ruhnya adalah agama, dan agama ini memiliki ruh, ruhnya adalah da'wah.
Pada akhir pertemuan itu, timbul pertanyaan dalam hati.
"Dibarisan mana kamu berdiri di padang mahsyar?
"Pada golongan mana kamu dikumpulkan?"
"Kamu yakin, nanti kamu baik-baik saja di sana?"
"kamu yakin, kamu sempat di hisab?"
Kamu pasti bisa menjawabnya... jawab sajalah dalam hati....
Preman itu seperti menangis.... dan semakin lama semakin lunak dan lembut tutur katanya, meski di sekeliling lengannya banyak tato, tapi dia benar-benar beruntung......meski telah membunuh 3 orang, dan ternyata saya tak seberuntung dia....
0 komentar:
Posting Komentar