Featured Post 1 with Small Thumbnail
Purnama
Featured Post 3 with Small Thumbnail
Featured Post 4 with Small Thumbnail
Ayahanda M. Abduh Jamil dan Ibunda Zamjimar
Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih ayah begitu juga.....
Konprensi Pers
Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati PURNAMA 2016.....
A. Malik Jamil
Tapak Tuan, 4 Oktober 2016.....
Sungai Lae Ijuk
Desa Gunung Lagan Kec. Gunung Meriah - Aceh Singkilt.....
Tampilkan postingan dengan label TARGEEB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TARGEEB. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Oktober 2012
Si Penjual Air
Seseorang mendatangi rasulullah, dan mengadukan perihal mimpinya kepada Rasulullah.
Dia mengabarkan bahwa 3 hari berturut-turut bermimpi akan dicabut nyawanya, hari pertama 2 orang berjubah, yang satu berjubah putih dan yang satu lagi mengenakan jubah hitam, namu dia lebih dekat dengan yang berjubah hitam, dan mengikuti kemanapun dia pergi. Lalu ia berkata pada yang berjubah hitam itu, "mengapa kau selalu mengikutiku??" tiba-tiba dia terbangun
Pada hari kedua, dia bermimpi yang sama, namun dia tidak lagi dekat dengan orang yang berjubah hitam, tapi sudah lebih dekat dengan orang yang berjubah putih, hatinya lebih tenang dan gembira. Lalu ia terbangun
pada hari ketiga, dia berimpi, tapi tidak lagi ada yang berjubah hitam, hanya tinggal yang berjubah putih, dan hatinya lebih tenang dan tentram bersama orang yang berjubah putih itu, lalu dia terbangun.
Mimpi itu ditanyakan kepada Rasulullah, Rasulullah mengabarkan bahwa yang datang pada nya adalah gambaran keadaan amalnya, dulu dia lebih dekat dengan amalan buruk, yang digambarkan dalam mimpi itu sebagai seorang yang berjubah hitam, lalu dia lebih dekat dengan amalan yang baik, dan terakhir, amal baiknya banyak, dan amalan buruknya pun hilang.
Rasulullah balik bertanya, apa sebenarnya amalanmu? sehingga kau mendapatkan kebaikan yang begitu banyak ?
"TIdak ada ya Rasulullah, aku sama halnya dengan yang lain, cuma sholat 5 waktu, puasa sunnah juga tidak, tahajjud juga tidak, yang lain biasa-biasa saja, kok, saya hanya seorang tukang penjual air keliling"
Hmmm.....
Cuma...... ada satu hal kebiasaan saya, saya sering memberi air gratis kepada orang-orang yang membutuhkan dan tidak mampu membeli, atau para musafir, kalo mereka meminta, saya beri dengan ikhlas dan senang hati. Lalu saya berniat.... jika usahaku ini maju, aku akan buatkan tong air di jalan, agar orang-orang yang lewat jika merasa dahaga bisa minum gratis.
Allah memberikannya rezeki, dan dia melaksanakan niatnya tersebut, dan bukan hanya 1 atau 2 tong air yang bisa dia buat di jalanan, tapi ada beberapa tong air yang dibuatnya, dan selalu diisinya agar orang yang lewat bisa minum dari tong tersebut......
Subhanallah.........
Apakah kita selalu berfikir membisniskan setiap peluang? dan apakah semuanya di ukur dengan uang??
Dia mengabarkan bahwa 3 hari berturut-turut bermimpi akan dicabut nyawanya, hari pertama 2 orang berjubah, yang satu berjubah putih dan yang satu lagi mengenakan jubah hitam, namu dia lebih dekat dengan yang berjubah hitam, dan mengikuti kemanapun dia pergi. Lalu ia berkata pada yang berjubah hitam itu, "mengapa kau selalu mengikutiku??" tiba-tiba dia terbangun
Pada hari kedua, dia bermimpi yang sama, namun dia tidak lagi dekat dengan orang yang berjubah hitam, tapi sudah lebih dekat dengan orang yang berjubah putih, hatinya lebih tenang dan gembira. Lalu ia terbangun
pada hari ketiga, dia berimpi, tapi tidak lagi ada yang berjubah hitam, hanya tinggal yang berjubah putih, dan hatinya lebih tenang dan tentram bersama orang yang berjubah putih itu, lalu dia terbangun.
Mimpi itu ditanyakan kepada Rasulullah, Rasulullah mengabarkan bahwa yang datang pada nya adalah gambaran keadaan amalnya, dulu dia lebih dekat dengan amalan buruk, yang digambarkan dalam mimpi itu sebagai seorang yang berjubah hitam, lalu dia lebih dekat dengan amalan yang baik, dan terakhir, amal baiknya banyak, dan amalan buruknya pun hilang.
Rasulullah balik bertanya, apa sebenarnya amalanmu? sehingga kau mendapatkan kebaikan yang begitu banyak ?
"TIdak ada ya Rasulullah, aku sama halnya dengan yang lain, cuma sholat 5 waktu, puasa sunnah juga tidak, tahajjud juga tidak, yang lain biasa-biasa saja, kok, saya hanya seorang tukang penjual air keliling"
Hmmm.....
Cuma...... ada satu hal kebiasaan saya, saya sering memberi air gratis kepada orang-orang yang membutuhkan dan tidak mampu membeli, atau para musafir, kalo mereka meminta, saya beri dengan ikhlas dan senang hati. Lalu saya berniat.... jika usahaku ini maju, aku akan buatkan tong air di jalan, agar orang-orang yang lewat jika merasa dahaga bisa minum gratis.
Allah memberikannya rezeki, dan dia melaksanakan niatnya tersebut, dan bukan hanya 1 atau 2 tong air yang bisa dia buat di jalanan, tapi ada beberapa tong air yang dibuatnya, dan selalu diisinya agar orang yang lewat bisa minum dari tong tersebut......
Subhanallah.........
Apakah kita selalu berfikir membisniskan setiap peluang? dan apakah semuanya di ukur dengan uang??
Read more: http://akhyar.webnode.com/news/si-penjual-air/
Create your own website for free: http://www.webnode.com
Senin, 24 September 2012
Siapa Yang Akan Kamu Pilih??
Dosen: "Mari kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya kedepan."
Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.
Dosen: ”Silahkan tulis 10 nama yg paling dekat dgn anda !”
Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.
Dosen: ”Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”
Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.
Dosen: ”Silahkan Coret 2 nama lagi !”
Mahasiswa itu mencoret nama teman2 kantornya.
Dosen: ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Mahasiswa Itu mencoret 1 nama dari papan tulis dan seterusnya sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.
Suasana kelas hening.
Mereka mengira semua sudah selesai dan tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba-tiba Dosen berkata : ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya.
Segera mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kpd Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda, sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yg paling sulit utk dipisahkan ?”
Semua orang di dalam kelas terpana menunggu jawaban dari mahasiswa itu.
Lalu sang mahasiswa itu berkata, "Sesuai waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah, setelah itu pasti meninggalkan saya juga.
Sedangkan yg benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, TUHAN yg menganugrahkan kepada saya tapi saya yang memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh wanita di dunia .. Istrilah menjadi teman seumur hidup
(BBM dari Kakanda M. Yamin Abduh)
Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.
Dosen: ”Silahkan tulis 10 nama yg paling dekat dgn anda !”
Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.
Dosen: ”Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”
Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.
Dosen: ”Silahkan Coret 2 nama lagi !”
Mahasiswa itu mencoret nama teman2 kantornya.
Dosen: ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Mahasiswa Itu mencoret 1 nama dari papan tulis dan seterusnya sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.
Suasana kelas hening.
Mereka mengira semua sudah selesai dan tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba-tiba Dosen berkata : ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya.
Segera mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kpd Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda, sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yg paling sulit utk dipisahkan ?”
Semua orang di dalam kelas terpana menunggu jawaban dari mahasiswa itu.
Lalu sang mahasiswa itu berkata, "Sesuai waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah, setelah itu pasti meninggalkan saya juga.
Sedangkan yg benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, TUHAN yg menganugrahkan kepada saya tapi saya yang memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh wanita di dunia .. Istrilah menjadi teman seumur hidup
(BBM dari Kakanda M. Yamin Abduh)
Langganan:
Postingan (Atom)