Pages

Banner 468 x 60px

 
Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

قال لي الوداع

0 komentar

قال لي الوداع وحقوله ايه 
هوة الوداع يتقال في ايه 
إخترته ليه وإخترني ليه 
كان قلبي ليه وقلبه مش ليه 
حسيت إني لقيت حلم السنين 
وصحيت فجأة بقيت من المجروحين 

يا ريته قال حيروح يغيب 
ومكانش قال بقاله حبيب 
يا ريته راح من غير جراح 
حيفيده ايه يسيب جراح فيا 

حسيت إني لقيت حلم السنين 
وصحيت فجأة بقيت من المجروحين 

قال لي الوداع وحقوله ايه 
هوة الوداع يتقال في ايه 
إخترته ليه وإخترني ليه 
كان قلبي ليه وقلبه مش ليا 
حسيت إني لقيت حلم السنين 
وصحيت فجأة بقيت من المجروحين


Read more...

Kamis, 03 Januari 2013

Lara-Lara

0 komentar
Puisi itu seperti gambarnya
Yang tetulis acak dan semrawut
ada tulisan "mampuslah kau di koyak-koyak sepi"
Tapi setara hatinya tak sekusam itu
Ada lara yang lalu dibali ungu
Aku hanya bisa termangu menatap rembulan
yang terbujur kaku di ujung malam
Lalu ku selipkan sekeping do'a merah jambu
Dan tak satu nyawa pun yang tahu
Hanya aku dan DIA
Seperti makna tulisan kalimat ini
Kau takkan pernah mengerti 

Lara itu menyimpan Suka
Duka dan untuk siapa
Entahlah......... tiba-tiba kuduknya meregang kaku
membuang nafas terlalu dalam
bersama gumpalan asap yang kian menghilang
padahal dia sedang menatap bintang
yang meski jauh tetap terang

Meski bintang itu gemeralapan
Namun ia tak ingin menggapainya
Karna tangan kecilnya takkan sanggup mengumpulkan
jangankan beribu itu.. satupun teralalu banyak
Jika saja malam kemarin angin tak bertiup
Pastilah lara itu luruh dan luluh
Tapi kemungkinan tetap saja ada
Karna kuasamu dibawah KuasaNYA

Sepertinya hening lebih baik dari pada meratap
Memandang aliran air entah kemana jatuhnya
Yang pasti dia akan mengalir
menelusuri tempat yang lebih rendah
serendah hati yang mestinya masih di tangan
Tapi kini kaku dan kusam
ya sudahlah... lupakan saja
biarkan tanganNya menyulam hidupmu
pasti akan lebih indah dari pada sulamanmu.

Lara-lara itu sudah hampir berhenti
dan kau akan menikmati sisa-sisanya tanpa terperi
nikmati saja..... meski luka tapi pasti akan tetap luar biasa.


Read more...

Senin, 31 Desember 2012

NURUN 'ALA NURIN

0 komentar
Setengah hari di atas roda berputar-putar antara debu dan kemacetan
tak pernah terasa, tiba-tiba saja sampai
begitu setiap harinya. Entah menikmati....
entah apa lah namanya.
Tapi aku ikut saja seperti air
Menikmati tahapan demi tahapan roda kehidupan ini.
Dan jangan kau tanyakan aku bahagia atau tidak
Yang jelas nikmat Tuhan begitu besar terasa

Dan jika saja kesengsaraan  ku katakan padamu
Niscaya cela juga yang ku dengar
dan jika kebahagiaan kau dengar tentangku
Pastilah Kesisinisan yang kau utarakan.
Tentunya aku harus tak lagi bicara
Karena ucapan ini tak lagi bermakna apa-apa bagimu

Tak perlu sedu sedan itu
Karna hidup ini bukan kita yang punyai
Ada langit diatas langit
Dan cahaya diatas cahaya
Yachh... Cahaya diatas cahaya
NURUN 'ALA NURIN..............

Read more...

AULADI

0 komentar
Siapakah yang tak teringat
perjalanan kisah yang lantun dan dengung
Saat langit berderai dengan beribu cahaya
Saat sirine mendengung dan meraung
diatas langit gemeralapan cahaya api berhamburan
Ketika riak riang berderai menunggu detik
bagai detak jantung berdegub keras lalu lembut dan seterusnya lemah
terhenyak diantara riang tawamu dan tangis serta rengekanmu

Sebagiamana bintang semakin jauh semakin terang
Demikian Dikau semakin jauh semakin terkenang
Saat air matamu membasahi bahuku
lalu kau terdiam dengan tiba-tiba
Setelah tela-tela itu ada di genggamanmu
Tak seberapalah harganya
Tapi kerenyit kening abangmu membuat kau tertawa
berbagi adalah kebahagiaan bagimu

Detik ini kita hitung mulai saat ini
Disaat bumi bagai terbelah oleh suara yang tak kita perkenankan
Biasanya..
Diantara ketakutan dan kegiranganmu
Ada kebahagiaan dan derai tawa jika melihat memblenya bibirmu
Kemudian kau berlari mendekatiku
bergelantungalah di leherku yang dekil
karena seharian debu jalan melekat di tubuhku yang kumal
Tapi biasanya kau tak perdulikan itu

Keadaan  telah memisahkanmu
Dan takdir telah menceritakan kisahnya
Bahwa ada sesuatu yang lain yang tak pernah kita nalar
Suatu saat jika kau telah mengerti
Dan kau takkan pernah berhenti befikir
Harapanku.. hanya jika kelak kita bersua
Aku tetap orang terkasih bagimu......
Karena Kau begitu berharga dalam hidupku .. Zhef.....
Dan aku akan menemukanmu saat kau berada dibalik pintu
seperti biasanya saat ku melepaskan kelelahanku di dekapan kecilmu.
Dan juga untuk mu Fashan...
Gantikan aku dalam relung hati mereka
Meski kau tak begitu mengerti
dan jangan tanyakan "kenapa harus aku"
Tetaplah memberikan sayapmu pada Mayanfauni

1-1-13
Read more...

Sabtu, 27 Oktober 2012

Kado buat Tsabita

0 komentar
Tsabita nan manis...
Meski kata kado cuma sekedar kalimat dan do'a
tanpa bingkisan yang berarti dan menyenangkan hatimu
yang setiap hari kau sebutkan pada telinga ayah
tapi kecintaan hati ayah padamu adalah segalanya.

Anakku....
Empat tahun lalu kita pernah di tempat itu
Ayah tertawa saat kau menangis
Darah yang menyertaimu telah ayah hanyutkan di sungai itu
Bau amis itu telah pergi, tinggal lah harum wewangian khas
pada badan mungilmu
Cuma kita yang ada di situ, jauh dari keramaian dan hingar bingar
dan lalu lalangnya manusia
lalu ayah panggil namamu Nazhefa Tsabita Akhyar

Empat tahun begitu cepat berlalu
tapi begitu lamban rasanya menunggumu mencapai 15 tahun
pada tahun itu... entah kau masih bisa mengigat wajah ayah tau tidak
masih hangatkah pelukan ayah bagimu
atau mungkin rasa hambar yang kau rasakan

Jika 15 tahun kelak tulisan ini masih bisa kau baca
Ayah tidak bisa menebak apa yang ada dalam fikiranmu
Betapa rasa begelimang rasa

Nazhefa
Dulu ada nama ayah di ujung namamu

Pertanda kau adalah bagian dari darah dan daging ayah
entah masih kau sematkan atau tidak
mungkin kau malu tuk menaruhnya
meski kau blum tahu rasanya malu
tapi engkau pasti tahu rasanya rindu

Tsabita.....
mungkin kau tak lagi bangga
meski hatimu menyimpan rindu
yang terselimuti oleh lara
tapi esok pagi adalah hari bahagia semestinya
karena sejak itu kita dulu bersama
dan sekarang akan tetap bersama meskipun tak bernama

Suatu hari nanti...
kau akan mengerti dan mengambil kesimpulan sendiri
mengapa hidup ini harus seperti yang engku lalui
Seiring dengan tumbuh dan tambahnya usiamu.
yang selalu ayah sertakan dalam setiap tumpukan do'a
dalam segala keheningan dan kebingaran
kau adalah buah hati yang ranum dan manis
jadilah penyejuk jiwa dan sedap mata jika dipandang
Insya Allah.... Engkau akan selalu baik-baik saja...



Read more...

Senin, 08 Oktober 2012

Gadis Kecil Penuh Luka

0 komentar
Mata ku terperanjat
Pada seorang gadis kecil
Bermata sayu dan bertubuh kumal
Sepertinya aku sangat mengenal tatap itu
Sayu dan iba
Begitu lekat di hati
Tapi segera ku tepiskan
Aku tak mau berlama-lama
Terbuai dan menerawangi matanya
Tapi dia tak berkedip memandangku
Tidak seperti mataku yang malu
Dan ketakutan
Aku mengenalmu
Tapi kau tak pernah mengerti
Ah... Sudahlah
Lupakan saja
Karena kau juga akan melupakanku
Dalam hitungan detik
Anggap saja kita tak pernah bersua
Dan tak pernah ada cerita tentang
Gadis kecil itu
Suatu saat nanti
Kau akan mengeti
Bahwa tatapan matamu
Sangat menggetarkan...
Air mata yg telah tumpaah ke bumi
Semoga menjadi sungai yg bening
Dan kau akan berenang di situ
Aku akan menemanimu dari kejauhan
Yaa... Suatu hari nanti..


Read more...

Hari ini dan Esok Lalu Selanjutnya

0 komentar

07/08/2012 03:42Setelah begitu jauh kau labuhkan kalimatmu
Yang dapat  membuat orang iba, kasihan, marah dan acuh
Seperti sebagian memperdulikan dan merendahkanmu pada bagian yang lain
Dan sepertinya kalimat perkalimat  harus dibenarkan
Meski aku tak butuh pemebenaran dan pembelaan
Dan kini aku membenarkanmu saja
karena kini aku adalah terdakwa dan tak kau beri pembela
Ya.... untukmu sajalah kebenaran itu

Hari ini dan esok lalu selanjutnya
Hening adalah lebih baik tanpa berkata-kata
karena selain itu adalah menambah keterkutukan dimatamu
Seperti juga terkutuknya kau dalam kata-katamu
Karena kau telah melebihi Tuhan yang menghakimi dengan rajutan kalimatmu
yang kau sematkan pada setiap bait do'a-do'a kutukanmu itu

Hari ini dan Esok Lalu Selanjutnya
Kau tak pernah lagi mendengar ceritaku
Pesan-pesan kebaikan tak lagi elok di sanubarimu
Apalagi kabar buruk adalah kabar paling baik bagimu
dan kau telah mendustai hati kecilmu sendiri
Seburuk apakah yang kau benci... dan
Sebaik apakah yang kau cintai itu?

Kau telah tebarkan kabar yang tak semestinya
Dan kau alirkan dia padaku
Aku menerimanya dalam keheningan ini
Sepedih apapun.. sesakit apapun
Duka tetaplah luka
Dan luka tetaplah jadi duka
Kau mencari Tabib pun ke ujung timur dan barat
Hanya akan menambah dalam perih dan letihmu
Karena Obat itu ada pada hatimu sendiri


Read more...

Senin, 17 September 2012

Menggeliat kembali

0 komentar
Menggeliat kembali
Dan gairah itu muncul dengan serta merta
Seiring naiknya waktu dhuha
Diantara tilawah huruf-huruf
Yang mengandung berjuta makna dan pahala
Dan di sela sembah sujud
Yang tak pernah khusyu'
Tapi aku berharap
Engkau masih mau mengertikan aku
Karena aku benar-benar hina
Maka kelemahan ini menunjukkan
KekuasaanMu
Dan aku sangat mengakuinya

Menggeliat kembali
Dan aku tak sedang bermipi
Tapi ini adalah impian saat terjaga
Dengan beralaskan asa
"fabiayyi alai rabikuma tukadzziban.."
Aku masih berbaik sangka padaMU
Dan berharap Engkau masih berkenan
Menaburkan rasa iba pada jiwa raga
Yang tiada daya dan upaya
Kecuali di tanganMU
Yang selalu diatas segalanya

Menggeliat kembali
Antara keinginan dan kehendakMU
Kuharap ini adalah petunjukMU
Seperti Engkau menunjuki pada para kekasihMU
Bukan pada orang yang pernah
Engkau murkai

Sabtu, 15 september 2012
Read more...

Jumat, 14 September 2012

Meski Lelah

0 komentar
Meski terbata-bata
nyanyian ini harus ku selesaikan
karena esok belum tentu ada
dan waktu kita tak cukup
untuk menyusun lirik-lirik itu kembali

Pada akhirnya, suaramu pun tak terdengar lagi
kini tinggal aku termangu di ujung malam
dan hanya tinggal senandung tampa lirik
hanya aku yang tahu lagu apa yang sedang ku nyanyikan
tidak juga kau, dia dan yang lainnya

Derai air hujan di atas atap rumah
membuyarkan semua lamunan
bintang sudah tak tampak lagi
apalagi bulan........
meski aku tahu bulan itu masih di atas kepala kita
tapi aku pura-pura tak tahu saja
sambil menunggu hujan itu merasa lelah
dan berhenti menyirami tanah yang panas ini
lalu aku bisa keluar sejenak
mencari angin dan melihat-lihat keramaian kota ini.

Meski lelah...
aku harus meneruskan perjalanan ini
tanpa mu atau bersamamu
Read more...