Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 27 Oktober 2012

Kado buat Tsabita

0 komentar
Tsabita nan manis...
Meski kata kado cuma sekedar kalimat dan do'a
tanpa bingkisan yang berarti dan menyenangkan hatimu
yang setiap hari kau sebutkan pada telinga ayah
tapi kecintaan hati ayah padamu adalah segalanya.

Anakku....
Empat tahun lalu kita pernah di tempat itu
Ayah tertawa saat kau menangis
Darah yang menyertaimu telah ayah hanyutkan di sungai itu
Bau amis itu telah pergi, tinggal lah harum wewangian khas
pada badan mungilmu
Cuma kita yang ada di situ, jauh dari keramaian dan hingar bingar
dan lalu lalangnya manusia
lalu ayah panggil namamu Nazhefa Tsabita Akhyar

Empat tahun begitu cepat berlalu
tapi begitu lamban rasanya menunggumu mencapai 15 tahun
pada tahun itu... entah kau masih bisa mengigat wajah ayah tau tidak
masih hangatkah pelukan ayah bagimu
atau mungkin rasa hambar yang kau rasakan

Jika 15 tahun kelak tulisan ini masih bisa kau baca
Ayah tidak bisa menebak apa yang ada dalam fikiranmu
Betapa rasa begelimang rasa

Nazhefa
Dulu ada nama ayah di ujung namamu

Pertanda kau adalah bagian dari darah dan daging ayah
entah masih kau sematkan atau tidak
mungkin kau malu tuk menaruhnya
meski kau blum tahu rasanya malu
tapi engkau pasti tahu rasanya rindu

Tsabita.....
mungkin kau tak lagi bangga
meski hatimu menyimpan rindu
yang terselimuti oleh lara
tapi esok pagi adalah hari bahagia semestinya
karena sejak itu kita dulu bersama
dan sekarang akan tetap bersama meskipun tak bernama

Suatu hari nanti...
kau akan mengerti dan mengambil kesimpulan sendiri
mengapa hidup ini harus seperti yang engku lalui
Seiring dengan tumbuh dan tambahnya usiamu.
yang selalu ayah sertakan dalam setiap tumpukan do'a
dalam segala keheningan dan kebingaran
kau adalah buah hati yang ranum dan manis
jadilah penyejuk jiwa dan sedap mata jika dipandang
Insya Allah.... Engkau akan selalu baik-baik saja...



0 komentar:

Posting Komentar