Pages

Banner 468 x 60px

 
Tampilkan postingan dengan label TASAUF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TASAUF. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Agustus 2017

DOAKANLAH, TAK MESTI DIA TAU.

0 komentar
Cerita itu pernah ku dengar berapa tahun lalu, tentang seorang guru mengaji yang tinggal di seberang sungai mengabdikan diri dengan sepenuh jiwanya untuk penduduk itu, bersama istrinya yang setia dengan pengabdian sepenuh jiwanya juga untuk suaminya.
Setiap pagi bapak itu pergi mengajar mengaji di mushalla seberang sungai, sungai selebar kurang lebih 200 meter itu dia lewati dengan berjalan di atasnya, itu adalah hal yang biasa, masyarakat pun tau bahwa bapak itu seorang yang tulus dan ikhlas bisa berjalan di atas air.
Suatu ketika, seperti biasa sang guru yang bersahaja itu berangkat ke seberang, setelah berpamitan pada istrinya, dan melepasnya sampai di depan pintu.
Dengan mengucapkan bismillah, sang guru melangkahkan kakinya di tepian sungai yang airnya nampak tenang, hanya beberapa langkah saja, sang guru terjerembab ke dalam air, untung masih di pinggir yang tinggi airnya masih sepinggang, sehingga bajunya menjadi basah, kaget bukan kepalang, sambil terus beristighfar, dia kembali ke rumah dengan basah kuyup.
Betapa kagetnya sang istri, melihat suaminya yang baru saja berangkat sudah kembali dengan pakaian basah kuyup.
"Lho, ada bang? Kok sudah pulang, dan basah.seperti itu?" Tanya istrinya heran, karena biasanya sang guru kembalinya setelah ashar.
"Iya, nih dek, tidak seperti biasanya, tadi abang tidak bisa melewati sungai itu." Jawab sang guru dengan nada iba.
Tiba-tiba saja istrinya menangis dan dengan badan setengah membungkuk, dan memeluk tangan suaminya, lalu berkata, "oh, ya. Maafkan saya bang, tadi saya lupa sholat 2 rakaat seperti biasanya sebelum abang berangkat, maafkan saya bang.."
Sang guru tertegun, beristighfar semakin dalam di dalam hatinya.
"Ya, Allah, ampunkan atas kesombongan hamba, selama ini hamba mengira, semua yg karunia yang engkau berikan kepada hamba, karena ibadah dan pengabdian hamba padamu, ternyata sholat 2 rakaat dan doa istri hambalah yang membuat hamba bisa melewati sungai itu setiap hari".
Sobatku yang baik..
Pernahkah kamu menyadari bahwa dalam hidupmu ada orang lain yang selalu memperhatikan dan mendoakanmu tanpa engkau ketahui?
Dan bagimu para istri, setinggi dan sebanyak apa doa serta pengabdianmu untuk suamimu yang engkau sembunyikan tanpa harus dia tau?
Marilah saling mendoakan tanpa harus kita beri tahu bahwa "aku selalu mendoakanmu".
Karena doa kepada orang lain tanpa sepengetahuannya, itu sangat makbul, dan malaikat pun akan berkata "dan bagimu juga apa yang telah engkau doakan untuk saudaramu itu....."
Read more...

Senin, 08 Oktober 2012

Allah itu seperti apa??

0 komentar
Ketika Imam Ghazali bertemu dengan seroang pemuda yang dikeningnya ada bekas sujud, lalu beliau bertanya, "apa kamu menegenal Allah?"
"ya.. saya mengenalnya...."
"Bagiamana anda mengenalnya??"
Pemuda itu menjawab : Saya menyembah Allah, dan tidak menyekutukanNYA, saya mentahuidkan Allah, dan tidak membatasi Allah, dan semua yang terbesit dalam hatiku tentang Allah, aku yakin Allah tidak seperti dalam bayanganku itu..."
Imam ghazali berkata : Aku menghabiskan waktu untuk belajar tahuid bertahun-tahun, ternyata aku temukan dalam tiga kalimat pemuda ini....

Apapun yang anda bayangkan tentang Allah.. DIA tidaklah seperti itu..... jadi jika anda sholat dan membayangkan Allah ada dihadapan anda... jelas dugaan anda itu salah.... karena Allah tidak bisa dibayangkan dalam benak anda.......
Jika anda sholat dan  membayangkan Allah di hadapan anda.... Emangnya anda membayangkan Allah itu seperti apa?

Read more...

Si Penjual Air

0 komentar

Seseorang mendatangi rasulullah, dan mengadukan perihal mimpinya kepada Rasulullah.
Dia mengabarkan bahwa 3 hari berturut-turut bermimpi akan dicabut nyawanya, hari pertama 2 orang berjubah, yang satu berjubah putih dan yang satu lagi mengenakan jubah hitam, namu dia lebih dekat dengan yang berjubah hitam, dan mengikuti kemanapun dia pergi. Lalu ia berkata pada yang berjubah hitam itu, "mengapa kau selalu mengikutiku??" tiba-tiba dia terbangun
Pada hari kedua, dia bermimpi yang sama, namun dia tidak lagi dekat dengan orang yang berjubah hitam, tapi sudah lebih dekat dengan orang yang berjubah putih, hatinya lebih tenang dan gembira. Lalu ia terbangun
pada hari ketiga, dia berimpi, tapi tidak lagi ada yang berjubah hitam, hanya tinggal yang berjubah putih, dan hatinya lebih tenang dan tentram bersama orang yang berjubah putih itu, lalu dia terbangun.
Mimpi itu ditanyakan kepada Rasulullah, Rasulullah mengabarkan bahwa yang datang pada nya adalah gambaran keadaan amalnya, dulu dia lebih dekat dengan amalan buruk, yang digambarkan dalam mimpi itu sebagai seorang yang berjubah hitam, lalu dia lebih dekat dengan amalan yang baik, dan terakhir, amal baiknya banyak, dan amalan buruknya pun hilang.
Rasulullah balik bertanya, apa sebenarnya amalanmu? sehingga kau mendapatkan kebaikan yang begitu banyak ?
"TIdak ada ya Rasulullah, aku sama halnya dengan yang lain, cuma sholat 5 waktu, puasa sunnah juga tidak, tahajjud juga tidak, yang lain biasa-biasa saja, kok, saya hanya seorang tukang penjual air keliling"
Hmmm.....
Cuma...... ada satu hal kebiasaan saya, saya sering memberi air gratis kepada orang-orang yang membutuhkan dan tidak mampu membeli, atau para musafir,  kalo mereka meminta, saya beri dengan ikhlas dan senang hati. Lalu saya berniat.... jika usahaku ini maju, aku akan buatkan tong air di jalan, agar orang-orang yang lewat jika merasa dahaga bisa minum gratis.
Allah memberikannya rezeki, dan dia melaksanakan niatnya tersebut, dan bukan hanya 1 atau 2 tong air yang bisa dia buat di jalanan, tapi ada beberapa tong air  yang dibuatnya, dan selalu diisinya agar orang yang lewat bisa minum dari tong tersebut......
Subhanallah.........
Apakah kita selalu berfikir membisniskan setiap peluang? dan apakah semuanya di ukur dengan uang??

Read more: http://akhyar.webnode.com/news/si-penjual-air/
Create your own website for free: http://www.webnode.com
Read more...

Senin, 24 September 2012

Siapa Yang Akan Kamu Pilih??

1 komentar
Dosen: "Mari kita buat satu permainan, mohon satu orang  bantu saya kedepan."
Kemudian salah satu mahasiswa berjalan menuju Papan Tulis.

Dosen: ”Silahkan tulis 10 nama yg paling dekat dgn anda !”
Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh mahasiswa tersebut. Ada nama tetangganya, nama orang tuanya, kekasihnya, anaknya dan lain-lain.

Dosen: ”Sekarang silahkan coret 2 nama yg menurut anda tidak penting !”
Mahasiswa itu lalu mencoret nama tetangganya.

Dosen: ”Silahkan Coret 2 nama lagi !”
Mahasiswa itu mencoret nama teman2 kantornya.

Dosen: ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Mahasiswa Itu mencoret 1 nama dari papan tulis dan  seterusnya sampai tersisa 3 nama yaitu orang tuanya, istrinya, dan anaknya.

Suasana kelas hening.
Mereka mengira semua sudah selesai dan tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba-tiba  Dosen berkata : ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu dia mencoret nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen: ”Silahkan Coret 1 nama lagi !”
Hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mencoret nama anaknya.
Segera mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen bertanya kpd Mahasiswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda, sedang istri itu bisa di cari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yg paling sulit utk dipisahkan ?”

Semua orang di dalam kelas terpana menunggu jawaban dari mahasiswa itu.
Lalu sang mahasiswa itu berkata, "Sesuai waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah, setelah itu pasti meninggalkan saya juga.
Sedangkan yg benar-benar  bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, TUHAN yg menganugrahkan kepada saya tapi saya yang memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh wanita di dunia .. Istrilah menjadi teman seumur hidup

(BBM dari Kakanda M. Yamin Abduh)
Read more...