Cerita itu pernah ku dengar berapa tahun lalu, tentang seorang guru mengaji yang tinggal di seberang sungai mengabdikan diri dengan sepenuh jiwanya untuk penduduk itu, bersama istrinya yang setia dengan pengabdian sepenuh jiwanya juga untuk suaminya.
Setiap pagi bapak itu pergi mengajar mengaji di mushalla seberang sungai, sungai selebar kurang lebih 200 meter itu dia lewati dengan berjalan di atasnya, itu adalah hal yang biasa, masyarakat pun tau bahwa bapak itu seorang yang tulus dan ikhlas bisa berjalan di atas air.
Suatu ketika, seperti biasa sang guru yang bersahaja itu berangkat ke seberang, setelah berpamitan pada istrinya, dan melepasnya sampai di depan pintu.
Dengan mengucapkan bismillah, sang guru melangkahkan kakinya di tepian sungai yang airnya nampak tenang, hanya beberapa langkah saja, sang guru terjerembab ke dalam air, untung masih di pinggir yang tinggi airnya masih sepinggang, sehingga bajunya menjadi basah, kaget bukan kepalang, sambil terus beristighfar, dia kembali ke rumah dengan basah kuyup.
Betapa kagetnya sang istri, melihat suaminya yang baru saja berangkat sudah kembali dengan pakaian basah kuyup.
"Lho, ada bang? Kok sudah pulang, dan basah.seperti itu?" Tanya istrinya heran, karena biasanya sang guru kembalinya setelah ashar.
"Iya, nih dek, tidak seperti biasanya, tadi abang tidak bisa melewati sungai itu." Jawab sang guru dengan nada iba.
Tiba-tiba saja istrinya menangis dan dengan badan setengah membungkuk, dan memeluk tangan suaminya, lalu berkata, "oh, ya. Maafkan saya bang, tadi saya lupa sholat 2 rakaat seperti biasanya sebelum abang berangkat, maafkan saya bang.."
Sang guru tertegun, beristighfar semakin dalam di dalam hatinya.
"Ya, Allah, ampunkan atas kesombongan hamba, selama ini hamba mengira, semua yg karunia yang engkau berikan kepada hamba, karena ibadah dan pengabdian hamba padamu, ternyata sholat 2 rakaat dan doa istri hambalah yang membuat hamba bisa melewati sungai itu setiap hari".
Sobatku yang baik..
Pernahkah kamu menyadari bahwa dalam hidupmu ada orang lain yang selalu memperhatikan dan mendoakanmu tanpa engkau ketahui?
Dan bagimu para istri, setinggi dan sebanyak apa doa serta pengabdianmu untuk suamimu yang engkau sembunyikan tanpa harus dia tau?
Marilah saling mendoakan tanpa harus kita beri tahu bahwa "aku selalu mendoakanmu".
Pernahkah kamu menyadari bahwa dalam hidupmu ada orang lain yang selalu memperhatikan dan mendoakanmu tanpa engkau ketahui?
Dan bagimu para istri, setinggi dan sebanyak apa doa serta pengabdianmu untuk suamimu yang engkau sembunyikan tanpa harus dia tau?
Marilah saling mendoakan tanpa harus kita beri tahu bahwa "aku selalu mendoakanmu".
Karena doa kepada orang lain tanpa sepengetahuannya, itu sangat makbul, dan malaikat pun akan berkata "dan bagimu juga apa yang telah engkau doakan untuk saudaramu itu....."

0 komentar:
Posting Komentar