Mengapa orang itu patuh pada sesorang?
pertanyaan ini sagat sederhana, namun sebenarnya ini merupakan dasar dari beberapa prinsip kepemimpinan (Leadership). Banyak orang tidak menyadari mengapa orang lain mengikutinya atau sebaliknya mengapa ia mengikuti orang lain. Para pemimpin, mulai pemimpin suatu organisasi, daerah, agama, adat, pejabat, pengusaha, cendekiawan sampai preman, semua memiliki pengikut. Pertanyaannya mengapa para pengikut tersebut mau saja patuh terhadap pemimpinnya?
Terdapat tiga motif, mengapa seseorang mau saja mengikuti orang lain.
1. Mendapatkan rasa aman.
Rasa aman tersebut diperoleh sesorang pengikut karena si pemimpin dinilai bisa memberikan perlindungan atau sebaliknya, bila tidak taat pada sang pemimpin, maka sang pemimpin tersebut justru yang mengancam dirinya dirinya.
2. Mendapatkan reward atau Imbalan.
Seorang patuh terhadap pemimpinnya karena si pemimpin bisa memberikan imbalan (biasanya dalam bentuk materi) kepada si pengikut tersebut.
3. Kepuasan Emosional, Intelektual, atau Spiritual.
Dalam motif ini, seorang mengikuti sang pemimpian karena sang pemimpin bisa memberikan kegembiraan yang bisa memuaskan hasrat emosionalnya, atai ilmu pengetahuan yang bisa memuaskan hasrat intelektual orang itu, atau kedamaian yang bisa memenuhi hasrat spiritualnya.
Ketiga motif para pengikut tersebut dipuaskan oleh sang pemimpin dengan menggunakan kekuasaan atau Power, dalam hal keilmuan, para petugas keamanan dipatuhi k arena diyakini orang yang mematuhinya akan aman-aman saja.
Demikian pula atasan ditempat ia bekerja, dipatuhi karena jika patuh maka ia tidak dimarahi, atau misalnya dalam hal imbalan, para majikan dipatuhi karena bisa memberikan upah kepada para karyawannya.
begitu juga para cendekiawan diikuti karena kekayaan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, para tokoh agama ditaati karena kebenaran yang sampaikannya.
bila kita artikan Kekuasaan dalam arti positif, dibutuhkan untuk memuaskan motif orang yang diarahkannya untuk tujuan tertentu. Namun demikian satu hal yang sering kali dilupakan para pemimpin, bahwa KEKUASAAN ITU MEMILIKI MASA KADALUARSA. pada saat kekuasaan kehilangan Tuahnya, para pemimpin akan terkejut karena tiba-tiba saja orang-orang pengikutnya meninggalkannya.
Mengapa tuah kekuasaan itubisa hilang? pada dasarnya serendah apapun kedudukan seseorang dalam struktur kekuasaan, mereka memiliki ego. Ego adalah sebuah sifat yang terus menerus menuntut untuk dipenuhi. Pada suatu ketika motif aman atau reward/imbalannya tidak terpenuhi, maka ego sesorang akan muncul kepermukaan dalam bentuk Perasaan ingin dihargai. Ego tersebut membuat kekuasaan tidak lagi efektif untuk digunakan, dan power dari kekuasaan itu pun hilang. pada awalnya ego masih bisa diarahkan dengan menambah dosis kekuasaan yang lebih tinggi, misalnya dalam kasus petugas keamanan, aturan di perketat dan hukum diperberat jika tak dipatuhi, atau dalam kasus majikan gajinya naikkan. Namun cara-cara seperti ini tidak bertahan lama, karena setelah itu ego akan kembali mendorong ke permukaan. Untuk menghindari melemahnya power dari sebuah kekuasaan, maka sang pemimpin tidak cukup hanya menggunakan powernyanya, tapi dia harus mampu memiliki PENGARUH, karisma yang membuat ia dicintai dan disukai.
Pengaruh ini adalah cara yang sangat praktis dan efektif untuk digunakan agar orang lain mau melakukan apa yang kita inginkan berdasarkan keinginannya. Atau dalam bahasa lebih mudah... pengaruh membuat orang lain jadi ingin mengikuti dan melakukan keinginan kita, kalau bisa begini, asyik bukan?? tinggal bagaimana cara menggunakannya dengan tepat.
karena ego merupakan suatu faktor yang sangat mempengaruhi tindakan seseorang, maka ego merupakan kunci dalam mengarahkan orang tersebut. Ego manusia memang memiliki sifat aneh, agar kita bisa memenangkan ego sesorang, maka kita harus membuat ego orang itu merasa menang, sehingga dia merasa kita sedang mengikuti keinginannya, agar kita bisa membuat seseorang tersebut mengikuti kemauan kita, maka kita harus membuat orang tersebut merasa sedang diikuti keinginannya.
Jadi, kesimpulannya, kita menggunakan pengaruh untuk mengarahkan orang lain dengan cara membuat orang tersebut merasa terpenuhi egonya. Nah, Tantangannya adalah, pada saat kita berusaha memenuhi ego seseorang, pada saat itu pula kita merasa ego kita tidak terpenuhi. Di sinilah seninya.
Di tengah godaan ego kita pula, khususnya untuk menunjukkan superioritas atas orang yang sedang kita pengaruhi, kita harus selalu ingat pada tujuan kita semula. Tujuan kita dalam hal ini adalah membuat orang tersebut melakukan apa yang telah ditetapkan, biasanya sesuai tujuan kita, Sesungguhnya, tidak penting ego siapa yang lebih menang karena yang penting adalah tercapainya tujuan. Di sinilah pentingnya membuat orang lain merasa penting.
Sebagai contoh, dalam konteks Pilkada di Aceh Singkil ini, para kandidat yang berkampanye dengan berbagai program dan “iming-iming”, baik imbalan, atau program-program yang dijualnya, seakan-akan mereka sedang mengikuti keinginan dan ego konstituennya, padahal bisa jadi mereka sedang menggiring konstituen untuk mengikuti egonya sendiri dalam mendapatkan kekuasaan, dan konstituen juga terkadang sebenarnya tahu hal itu, sehingga konstituen juga berfikir bahwa kandidat mereka mau memenuhi ego mereka.
Sebagai seorang pemimpin, baik di tingkat organisasi besar maupun kecil dan bahkan sampai ke tingkat keluarga, tentu Anda memiliki kekuasaan. Namun perlu selalu Anda ingat bahwa kekuasaan Anda akan tergerus dari waktu ke waktu. Jika anda menggunakan power kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain, ingatlah bahwa kekuasaan itu memiliki masa kadaluarsa, maka cara yang lebih cerdik dan bijak adalah menggunakan pengaruh. Ingatlah, tujuan kita bukanlah untuk menunjukkan siapa yang lebih kuat, akan tetapi untuk membuat seseorang tersebut melakukan apa yang menjadi tujuan kita yang dia pikir sesuai keinginannya.
Demikian juga bagi anda sang pengikut... anda mesti faham dan mengerti, MENGAPA ANDA MENGIKUTINYA? MENGAPA ANDA MAU MEMILIHNYA? TANYAKAN PADA HATI NURANI ANDA.... anda mesti punya prinsip...
Karena merasa orang itu bisa memberi imbalan materi?
Karena bisa memberi rasa aman?
Karena anda kagum dengan intelektulitas dan kepribadiannya?
dari jawaban yang jujur dari diri anda sendiri ....anda akan tau..kwalitas diri anda.....
Calon anda maju karena punya materi, atau karena punya pengaruh (karisma, kepribadian atau intelektulitas)
0 komentar:
Posting Komentar